Perubahan Kinerja Jurnalistik Masa Kini
Ada apa dengan dunia jurnalistik saat ini??
Pasti kalian bertanya-tanya mengapa jurnalistik saat ini bekerja ekstra. Semenjak adanya era digitalisasi dan komersialisasi industri media, sehingga membuat tuntutan kinerja jurnalisme kontemporer agar multitasking menghadapi segala bentuk pekerjaan yang tidak standar dan permintaan yang terus meningkat.
Dampak dari kecanggihan teknologi digital yang serba cepat dalam mengakses segala sesuatu, membuat pola hidup masyarakat era ini membutuhkan pemenuhan kebutuhan akan informasi yang cepat, baru, dan aktual.
Dari tuntutan kebutuhan tersebut, banyak perusahaan media menerapkan sistem kemampuan kerja (multitasking) kepada jurnalis yaitu, jurnalis bukan hanya bekerja mencari berita dan menulis saja, namun juga harus memiliki kemampuan editing, photografi, membuat vidio (vlog), mengoperasionalkan sosial media, dll. Jurnalis mau tidak mau harus menyesuaikan sistem kerja tersebut karena teknologi yang terus berkembang dan membuat kinerja jurnalis menjadi digital centric. Hal ini berdampak juga pada pembuatan berita yang dahulu hanya melibatkan orang yang profesional dalam pencarian berita namun juga ditekankan untuk melek teknologi untuk mengemas informasi.
Menurut laporan pusat pengendalian penyakit nasional di Amerika Serikat pada tahun 2005, menempatkan pekerjaan jurnalis pada peringkat ke-7 dari 10 besar pekerjaan yang penuh tekanan. Tentu saja tidak bisa kita pungkiri bahwa pekerjaan jurnalis menyebabkan resiko kelelahan akibat tekanan kerja yang terus meningkat dan dituntut produktif dalam menghasilkan target berita per harinya. Dalam pekerjaannya juga jurnalis menerima ketidak puasan terutama pada gaji dan keamanan yang minim serta masalah promosi kerja.
Keinginan perusahaan media terhadap SDM yang multitasking, membuat menurunnya lapangan pekerjaan. Hal ini dilakukan agar perusahaan dapat mengurangi pengeluaran biaya serta meningkatkan produktivitas yang menghasilkan keuntungan yang maksimal. Namun dalam kenyataan dunia pekerja jurnalis banyak yang merasakan bekerja rodi untuk memenuhi tuntutan dan diberi upah yang kecil tidak setimpal dengan apa yang dilakukan, belum juga pekerja jurnalis mengalami kekerasan fisik yang menjadi tantangan dalam pekerjaan ini.
Menurut saya, hal ini sangat kurang baik. Jika perusahaan media menginginkan SDM yang multitasking, maka harus memberi perhatian kepada pekerja dengan pemenuhan kesejahteraan dan keamanan, sebab kinerja multitasking sangat beresiko terhadap pekerja yang harus bertanggung jawab bekerja lebih keras.
Sekian pembahasan mengenai kinerja jurnalistik saat ini.. semoga kedepannya dunia jurnalistik terutama di Indonesia menjadi lebih baik 😇😇🙏🙏
~Thanks~



Komentar
Posting Komentar